TABUNGAN HAJI iB MEGA SYARIAH

Bantu Kami Mengembangkan Website Ini Dengan Satu Kali Klik Iklan DiBawah Ini. Terimakasih

TABUNGAN HAJI iB MEGA SYARIAH ### Keunggulan: * Bagi hasil yang kompetitif * Fasilitas SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) * Fleksibel dalam menentukan setoran * BEBAS biaya administrasi * Mendapatkan souvenir yang menarik * Kemudahan setor on line real time diseluruh Cabang Bank Mega Syariah, Mega Mitra Syariah dan Gallery Bank Mega Syariah. * Fasilitas autodebet untuk setoran bulanan ### Syarat dan Ketentuan : * Nasabah tabungan perorangan * Setoran awal Rp. 200.000,- * Usia minimal 17 tahun (Memiliki KTP) * Mengisi formulir pembukaan Tabungan Haji iB Mega Syariah ### Persyaratan : * Bukti Identitas Diri : KTP/SIM/Paspor ### INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI SEGERA CS / RO KAMI - TELP. 0354-691777 (Wujudkan Impian Anda Ibadah Ke Tanah Suci)

11 September 2009

SAFARI RAMADHAN BANK MEGA SYARIAH DI KEDIRI


Safari Ramadhan kali ini berada di Kantor Bank Mega Syariah (BMS) Cabang Kediri, beralamat di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa No. 12 Kediri ini dikomandani oleh Bpk. Sugeng Tjandra selaku Branch Manager BMS Cabang Kediri. Safari Ramadhan ini di hadiri oleh Bpk. H.B. Purnomo selaku Direktur HCM Bank Mega Syariah didampingi oleh Bpk. Tri Bhakti dari Kantor Pusat. Peserta dalam acara ini dihadiri oleh Seluruh Karyawan BMS Cabang Kediri beserta karyawan dari Mega Mitra Syariah (M2S) Malang yang dikomandani oleh Bpk. Eko Putranto, selaku Branch Manager BMS Cabang Malang dan karyawan dari Gallery BMS Jombang yang dikomandani oleh Ibu Indri, selaku Pimpinan Kantor Gallery BMS Jombang.
Acara ini berlangsung dengan hikmad dengan menghadirkan Ustad H. Afnan Pagar Alam, S.H., dalam Tausiahnya dengan mengambil Tema "Menggapai Malam Lailatul Qodar", adapun resume dari apa yang disampaikan dalam tausiah tersebut dapat kami paparkan sbb :

Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'anbulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.
digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu
Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni [1]:
  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami
  2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat
  3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)


Dalam Al Qur'an, tepatnya Surat Al Qadar malam ini dikatakan memiliki nilai lebih baik dari seribu, bulan .97:1 Pada malam ini juga dikisahkan Al Qur'an diturunkan, seperti dikisahkan pada surat Ad Dukhan ayat 3-6. 44:3

Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan : " Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Ketika Adzan Maghrib telah berkumandang, acara dilanjutkan doa bersama dan berbuka takjil. Sholat Maghrib berjamaah bersama Ustad H. Afnan Pagar Alam, S.H. selaku Imam, dilanjutkan dengan berbuka bersama dengan hidangan yang telah disediakan dari Pihak Panitia. Hidangan buka kali ini disediakan oleh Ibu Siktarina selaku Panitia sie Konsumsi.

Dalam kesempatan ini juga Bpk. H.B. Purnomo menyampaikan sambutannya dalam Rangka Safari Ramadhan dengan membuka dialog tanya jawab untuk para peserta khususnya yang berkaitan dengan operasional kantor BMS. Dalam acara terakhir dimanfaatkan untuk foto bersama.




1 komentar: