TABUNGAN HAJI iB MEGA SYARIAH
|
|
24 Januari 2009
GONG XI FAT CAI
PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA KEDIRI
MENGUCAPKAN
SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2560
SEKELUMIT TENTANG GONG XI FAT CAI
Gong Xi Fat Chai, demikian yang sering kita dengar ketika Imlek (Tahun Baru Cina) datang, apa sih artinya ? ada yang mengatakan itu artinya adalah ”semoga makmur”, ”semoga sukses selalu”.
Tanggal 26 Januari 2009 orang-orang etnis Cina (?) merayakan Tahun Baru Imlek 2560, yang pada tahun ini jatuh pada shio kerbau tanah. Awal mulanya Imlek adalah sebuah perayaan para petani yang biasanya dilakukan pada awal bulan di tahun baru, sekaligus menyambut musim semi di Cina, dan perayaan akan berakhir pada pertengahan bulan atau tanggal 15 bulan tersebut. Sembahyang Imlek dilakukan, dan perayaan Cap Go Meh, sebagai wujud syukur dan do’a agar lebih makmur di tahun berikutnya, menjamu leluhur, dan silaturahmi kepada tetangga dan sanak saudara. Gong Xi Fat Chai, demikian yang sering kita dengar ketika Imlek (Tahun Baru Cina) datang, apa sih artinya ? ada yang mengatakan itu artinya adalah ”semoga makmur”, ”semoga sukses selalu”.
Tanggal 26 Januari 2009 orang-orang etnis Cina (?) merayakan Tahun Baru Imlek 2560, yang pada tahun ini jatuh pada shio kerbau tanah. Awal mulanya Imlek adalah sebuah perayaan para petani yang biasanya dilakukan pada awal bulan di tahun baru, sekaligus menyambut musim semi di Cina, dan perayaan akan berakhir pada pertengahan bulan atau tanggal 15 bulan tersebut. Sembahyang Imlek dilakukan, dan perayaan Cap Go Meh, sebagai wujud syukur dan do’a agar lebih makmur di tahun berikutnya, menjamu leluhur, dan silaturahmi kepada tetangga dan sanak saudara.
Kata “Imlek” berasal dari dialek bahasa Hokkian yang berarti "penanggalan bulan" atau “yinli” dalam bahasa Mandarin. Tahun Baru Imlek di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan “Chunjie” (perayaan musim semi). Kegiatan perayaan itu disebut “Guo nian” (memasuki tahun baru), sedang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan “konyan”. Di Indonesia mereka merayakan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM, sehingga dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan masehi itu berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009 + 551 = 2560.
Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti "kemakmuran," "panjang umur," "keselamatan," atau "kebahagiaan," dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur. Kue-kue yang dihidangkan biasanya lebih manis daripada biasanya. Diharapkan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Di samping itu dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang juga merupakan makanan yang wajib dihidangkan pada waktu persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Ada juga makanan yang dihindari dan tidak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini melambangkan kemiskinanKedua belas hidangan itu lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depannya digantungi dengan kain khusus yang biasanya bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya untuk menyantap hidangan yang disuguhkan.
Makanan lainnya yang sering disajikan menjelang Imlek adalah ikan bandeng, sebab ikan ini melambangkan rezeki. Dalam logat Mandarin, kata "ikan" sama bunyinya dengan kata "yu" yang berarti “sisa”. Seperti juga kata yu yang sering tercantum di lukisan gambar sembilan ikan, disitu tercantum "nian nian you yu" yang berarti “setiap tahun selalu ada (rezeki) sisa”. Tetapi
bagi mang Ucup mungkin lebih cocok apabila ditulis “nian nian you mei mei” yang berarti “setiap tahun selalu ada gadis yang mendampingi”
Selain ikan bandeng yang juga kudu disuguhkan adalah jeruk kuning, yang lazim disebut sebagai "jeruk emas" (jin ju). Kalau bisa dicarikan jeruk yang ada daunnya sebab itu melambangkan kekayaannya akan bertumbuh terus.
Kata “jeruk” dalam bahasa Tionghoa bunyinya hampir sama dengan “Da Ji”, sedangkan arti kata dari “Da Ji” itu sendiri berarti besar rejeki.
Sedangkan untuk buah “Apel” (pin guo ) mempunyai arti "ping ping an an" sama artinya dengan " Da li" yang berarti besar kesehatannya dan keselamatannya dan untuk buah pear melambangkan kebahagian yang atinya " Sun Sun li li".
Oleh sebab itu ketiga macam buah ini selalu menghiasi meja sembahyangan yang mengartikan " Da Ji Da Li Sun sun li li" = “Besar rejeki, besar kesehatan & keselamatannya dan besar pula kehabagiaannya”. Begitu juga dalam memberikan entah itu uang ataupun barang maupun buah-buah sebaiknya dalam kelipatan dua jadi angka genap begitu, sebab terdapat sebuah
pepatah Tionghoa terkenal yang berbunyi "Hao Shi Cheng Shuang", yang secara harafiah dapat diartikan "Semua yang baik harus datang secara berpasangan".
Di malam tahun baru orang-orang biasanya bersantap di rumah atau di restoran. Setelah selesai makan malam mereka bergadang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa masuk ke rumah dengan leluasa. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen. Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Tujuh hari sesudah Imlek dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki. Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut dengan Cap Go Meh. Masyarakat keturunan Cina di Semarang merayakannya dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh yang terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Sementara di Jakarta, menunya adalah lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai. Pada waktu perayaan Imlek juga dirayakan berbagai macam keramaian yang menyuguhkan atraksi barongsai dan kembang api.
Pada hari raya tahun baru Imlek, orang-orang saling mengucapkan “Sin Cun Kiong Hie” (Xin Chun Gong Xi) yang berarti selamat menyambut musim semi atau selamat tahun baru, tetapi ucapan demikian sekarang udah kuno & tidak trendi lagi, karena telah diganti dengan “Gong Xi Fa Cai” atau (Kiong Hie Hoat Cay) yang berarti semoga sukses selalu atau selamat jadi kaya, maklum generasi sekarang lebih ke money oriented begitu, dan bagi mereka yang ingin mengucapkan selamat tahun baru Imlek dengan kalimat yang lebih afdol lagi lihat dibawah ini:
“Gong Xi Fa Cai – Wan Shi Ru Yi - Shen Ti Jian Kang”
Yang berarti semoga sukses selama-lamanya & selalu dalam keadaan sehat.
Dari berbagai sumber
19 Januari 2009
BANK INDONESIA MINTA PERBANKAN KAJI ULANG SISTEM TENAGA KONTRAK
Alasan efisiensi dalam sistem outsourcing dan kontrak tidak tepat. Pasalnya, sistem ini dapat berdampak negatif bagi ketahanan perbankan nasional.
Sistem perekrutan tenaga kerja jangka pendek dengan pola outsourcing maupun kontrak yang selama ini lazim diterapkan oleh pelaku usaha, tak terkecuali di kalangan perbankan, dikritik Bank Indonesia (BI). Bank sentral ini bahkan menilai pola ini ke depan dapat berdampak negatif bagi ketahanan perbankan nasional.
“Sistem ini tidak tepat!” tegas Gubernur BI Burhanuddin Abudullah saat menjadi pembicara dalam Seminar Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Perbankan Indonesia, di Gedung Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia (LPPI), Kemang, Jakarta Selatan, Senin (9/7).
Menurut Burhan -panggilan akrab Burhanuddin- pola outsourcing tidak akan bertahan bagi efisiensi perbankan dalam jangka panjang. “Mereka (perbankan, red) meng-hire S1 dan S2 secara kontrak dengan digaji tidak terlalu besar, ini ada trade off-nya. Kalau dengan cara seperti itu berarti tidak ada investasi untuk peningkatan kemampuan dan pengetahuan,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini sebagian besar bank masih berpikir jangka pendek dalam memandang keberadaan sumber daya manusia, salah satunya menerima pegawai dengan sistem kontrak. Padahal, kata dia, seharusnya bank memandang pegawai sebagai investasi jangka panjang.
Ia menambahkan, alasan efisiensi yang dilakukan perbankan dengan pola ini juga tidak berdasar. Dia menjelaskan, yang perlu dikhawatirkan dalam perekonomian Indonesia saat ini adalah jika terjadi proses penurunan daya saing secara sistematik. Untuk itu, menurutnya, yang harus dilakukan perbankan saat ini adalah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. “Nah, sekarang, bagaimana mau bisa meningkatkan daya saing jika menerima pegawai hanya jangka pendek,” cetus pria kelahiran Garut, 10 Juli 1947 ini.
Burhan menyarankan, sebaiknya perbankan melakukan investasi terhadap sumber daya manusia dengan pola perekrutan tenaga kerja untuk jangka waktu yang agak panjang. Dengan begitu, menurutnya, keterampilan dan pengetahuan pegawai bank bisa ditingkatkan. “Saya meminta kalangan perbankan untuk mengkaji ulang sistem perekrutan semacam itu,” ujar Burhan.
Sayang, belum ada niatan BI untuk mengatur secara khusus penggunaan tenaga kerja dengan sistem outsourcing maupun kontrak di perbankan. “Kita belum terpikir untuk membuat aturannya,” jelas lulusan Sarjana Pertanian Universitas Padjajaran Bandung tahun 1974 ini.
Menanggapi kritikan ini, Ketua Perbanas Sigit Pramono mengakui perbankan memang menggunakan pola outsourcing dan kontrak untuk efisiensi sumber daya manusia. Namun hal ini diimbangi dengan pertimbangan beberapa hak untuk penggunaan tenaga kerja outsourcing dan kontrak. Menurutnya, selain untuk efisiensi, outsourcing itu dipakai untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan orang yang lebih ahli di bidangnya. Misalnya untuk jasa kurir, servis, teknologi. Sementara untuk tenaga kontrak, sangat tepat digunakan untuk pengerjaan proyek. Dengan begitu, kata dia, perbankan bisa fokus pada penyaluran kredit dan pertumbuhan perbankan saja.
Sigit menambahkan, efisiensi sumber daya manusia bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan efisiensi perbankan. Selain sumber daya manusia efisiensi juga dilakukan melalui optimalisasi teknologi, pengurangan overhead cost dan pengurangan biaya dana.
KESULITAN BANK KECIL
Pada kesempatan yang sama, Burhan juga mengungkapkan saat ini institusi perbankan nasional sedang memiliki ketahanan yang kuat, sehingga jauh dari krisis. Menurutnya, kalaupun terjadi krisis seperti tahun 1997, perbankan Indonesia akan dapat bertahan dari depresiasi nilai tukar yang sangat besar.
Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah eksistensi bank kecil. Menurutnya, bank kecil masih sangat rentan terhadap krisis dibandingkan bank yang besar. “Kalau terjadi krisis lagi, dengan nilai tukar yang terdepresiasi sangat besar, hanya 3 bank dan bank-bank kecil yang akan mengalami kesulitan. Selebihnya, 120-an bank kita akan tetap tegar dan tetap bisa melaksanakan tugasnya,” urai pria yang pernah menjabat sebagai Assistant Executive Director di IMF tahun 1990-1993 ini.
Burhan mengatakan, menjelang krisis sepuluh tahun silam, kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga cukup kuat. Hanya saja, ada satu hal yang terlupa, yakni institusi perbankan sangat lemah. “Inilah yang menyebabkan krisis. Perbankan tampaknya dijalankan dengan baik, tapi ternyata dibelakangnya manipulatif,” jelasnya.
Dia mengatakan kondisi perbankan tahun 1997 berbeda dengan saat ini. Saat ini, kata dia, kondisinya jauh lebih sehat. Hal ini, ungkap Burhan, dapat diindikasikan oleh beberapa faktor. Contohnya, saat ini neraca pembayaran Indonesia surplus besar, sehingga cadangan devisa meningkat dan nilai tukar relatif stabil. Menurutnya, surplus neraca pembayaran di Indonesia saat ini merupakan yang keempat kalinya dalam sepanjang sejarah Indonesia
01 Januari 2009
SELAMAT TAHUN BARU
CABANG KEDIRI
MENGUCAPKAN :
SELAMAT TAHUN BARU
1430 H dan 2009 M